Dunia Terancam Gelap & Suram!Bank Sentral Ini Kerek Suku Bunga 100 Bp

Dunia Terancam Gelap & Suram!Bank Sentral Ini Kerek Suku Bunga 100 Bp

Jakarta Teknob.me – Tanda-tanda perekonomian dunia gelap dan suram terus terlihat. Bank sentral Swedia (Riksbank) mengerek suku bunga hingga 100 basis poin (bp) menjadi 1,75% Selasa kemarin, menjadi yang tertinggi sejak Desember 2011.

Kenaikan tersebut lebih tinggi dari konsensus Trading Economics sebesar 75 basis poin, dilakukan akibat inflasi yang dikatakan terlalu tinggi.

Bahkan dalam 6 bulan ke depan Riksbank menyebut suku bunga masih akan terus dinaikkan agar inflasi kembali ke 2%.

“Perkembangan inflasi ke depannya masih sulit untuk dinilai dan Riksbank akan menyesuaikan kebijakan moneter sebagaimana diperlukan untuk memastikan inflasi turun kembali ke target,” tulis pernyataan Riksbank sebagaimana dilansir Teknob.me , Selasa (20/9/2022).

Riksbank menyusul bank sentral utama dunia lainnya yang sangat agresif dalam menaikkan suku bunga. Kamis besok ada bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang diprediksi menaikkan suku bunga 75 bps sampai 100 bps, kemudian bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) dan bank sentral Norwegia yang diperkirakan menaikkan suku bunga masing-masing 50 bps.

Bank Indonesia (BI) juga akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG). Konsensus pasar yang dihimpun Teknob.me memproyeksikan BI akan menaikkan suku bunga acuan pada bulan ini.Dari 14 institusi yang terlibat dalam pembentukan konsensus tersebut, semuanya kompak memperkirakan kubu MH Thamrin akan menaikkan suku bunga acuan.

Sebanyak 12 lembaga/institusi memperkirakan bank sentral akan mengerek BI7DRR sebesar 25 basis points (bps) menjadi 4,00% sementara dua lembaga/institusi memproyeksi kenaikan BI7DRR sebesar 50 bps menjadi 4,25%.

Kenaikan suku bunga yang agresif oleh bank sentral di berbagai negara membuat perekonomian dunia diprediksi mengalami resesi tahun depan. Bank Dunia juga mengungkapkan hal yang serupa.

related posts :  Demokrat Sebut Ada yang Ingin Jegal Dirinya Jadi Capres,Ini Respons Anies

“Tiga ekonomi terbesar dunia-Amerika Serikat, China, dan kawasan Eropa- telah melambat tajam,” tulisnya dalam sebuah studi baru, dikutip Jumat (16/9/2022).
Bank Dunia yakin pukulan moderat sekalipun akan memicu resesi global.

Resesi sepertinya pasti akan terjadi. Tetapi itu akan lebih baik ketimbang dunia harus menghadapi inflasi yang tinggi selama bertahun-tahun lamanya. Perekonomian dunia tentunya akan semakin terpuruk, dan dalam waktu yang panjang.

Resesi ibarat obat, pahit tetapi menyembuhkan penyakit.

Namun yang menjadi perhatian, ketika suku bunga sudah tinggi tetapi inflasi masih tak kunjung turun.

Bank Dunia memperkirakan kenaikan suku bunga akan terus dilakukan hingga tahun depan. Namun, langkah ini tak akan cukup mampu membawa inflasi kembali ke tingkat sebelum pandemi Covid-19.

Hal ini bisa memicu resesi berlangsung lebih lama lagi. Perekonomian dunia harus ‘menelan obat’ lebih lama agar bisa sembuh dari ‘penyakit’ inflasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.